tentang Eric Irawan

Saya lahir di Surabaya 24 Agustus 1980. Dan saat ini oleh kemurahan Tuhan saya sudah menikah dan dikaruniai 2 orang anak (perempuan dan laki-laki). Pendidikan terakhir saya di S3 (SD, SMP, SMA) hehehe dan saya sempat kuliah S1 tetapi belum sempat lulus karena waktu itu tidak ada biaya dan skripsi saya yang sudah saya buat hilang tak berbekas karena komputer saya rusak dan saya lupa memback up. Karena itu secara akademik, saya cuma lulusan SMA, tetapi yang saya yakini bahwa nilai akademik tidak menentukan hidup saya kedepan, boleh saya cuma lulusan SMA tapi yang penting saya kemauan untuk berubah lebih baik, karena dimana ada kemauan, pasti disitu ada jalan. Manusia boleh merencanakan tapi Tuhan lah yang menentukan ! Selama Tuhan beserta saya, saya yakin bisa berhasil !

Awal Karier Saya

sebagai sales marketing

Awal saya memulai karier saya di dunia pekerjaan mulai tahun 1997 sampai sekarang. Saya awal bekerja membantu kakak saya di supplier assesoris handphone sambil saya kuliah S1. Tahun 1998 saya ikut bisnis MLM di salah satu perusahaan MLM yang terbesar di Indonesia, di sana saya sempat mencapai salah satu posisi bergensi dan menjadi trainer plus pembicara di beberapa acara yang diadakan oleh perusahaan MLM tersebut. Saya juga pernah belajar di dunia trading untuk Forex, saham di Indonesia sejak tahun 2000an dan juga Option sampai sekarang. Dan saya juga pernah menjadi marketing di perusahaan yang bergerak di striping band ditahun 2005.

Memulai karier di bidang asuransi dan keuangan

Sejak mulai tahun 2006, saya memulai karier saya di bidang asuransi dan keuangan. Awal saya memulai karier saya di sebuah perusahaan asuransi raksasa di dunia. Saya banyak sekali belajar di industri ini karena berkarier di industri ini adalah sesuatu hal yang baru bagi saya, saya perlu tahu banyak tentang industri ini. Awal saya ikut training-training yang diadakan oleh perusahaan, bagaimana cara untuk menelpon calon nasabah untuk membuat janji, bagaimana prospecting, bagaimana mencari kebutuhan nasabah (fact finding), bagaimana cara presentasi, teknik closing, dan mengatasi keberatan sampai layanan purna jual (after sales service). Saya beberapa kali mencoba presentasi kepada teman-teman saya dan banyak sekali saya mengalami penolakan, saya belajar lagi dan terus belajar sampai saya akhirnya mendapatkan seorang nasabah yang adalah teman saya sendiri seorang dokter gigi yang dulunya beliau ini adalah downline saya di perusahaan MLM yang saya ikuti, tetapi sudah seperti kakak saya sendiri dengan premi 5 Juta/tahun waktu itu. Setelah dari teman saya, nasabah berikutnya adalah tante saya sendiri yang ikut 2 polis dengan premi 500 ribu/bulan dan 25 Juta/tahun. Mulai dari 3 nasabah ini, saya mulai terus bisa mendapatkan nasabah lagi dengan premi 25 Juta/tahun rata-rata dan bagi saya premi seperti itu sudah sangat besar buat saya, sampai akhirnya tahun 2007 saya diajak pertama kali oleh leader saya ke kota Banjarmasin tempat lahir beliau. Beliau seorang leader yang luar biasa ! hampir seluruh hidupnya beliau hanya berkarier di industri asuransi dan beliau sangat berhasil dan sukses. Beliau inilah yang mengajarkan banyak hal di industri ini sampai saya bisa jalan dan berkarier di industri ini. Dari sinilah awal saya bisa mendapatkan nasabah dengan premi yang jauh dari bayangan saya sebelumnya. Rata-rata saya mendapatkan premi 50-100 Juta/tahun. bahkan saya sempat mengadakan semacam Group Selling dengan berbagai paket premi saat itu dan akhirnya saya bisa mencapai omzet miliaran rupiah. Terima kasih Tuhan.

Badai Besar Terjadi

Saya terus berkarier di perusahaan raksasa ini sampai akhirnya pada tahun 2009, terjadi badai yang luar biasa di perusahaan raksasa ini, perusahaan ini dinyatakan pailit dan berganti nama baru. Perusahaan yang sangat besar, bahkan dibilang perusahaan asuransi raksasa di dunia, berpusat di Amerika (saat itu terjadi krisis keuangan di Amerika bahkan perusahaan sekelas Lehman Brothers pun yang sudah ratusan tahun berdiri juga dinyatakan bangkrut), dengan nasabah milyaran orang, dana kelolaan yang besar, bahkan menjadi salah satu sponsor group sepak bola dunia yang terkenal, tetapi akhirnya dinyatakan pailit. Banyak teman-teman saya di perusahaan tersebut yang segera mengambil langkah berpindah ke perusahaan asuransi lain, bahkan banyak juga yang tidak berkarier lagi di industri asuransi. Banyak juga nasabah yang marah, panik, bahkan karena perusahaan ini banyak masyarakat yang mulai ragu dengan industri asuransi. Tetapi Tuhan itu baik, saya masih bisa tetap bertahan di perusahaan tersebut. Meskipun banyak tantangan, rintangan, bahkan sampai handphone saya menyala 24 jam untuk siap sedia melayani nasabah yang menanyakan perihal polis mereka, bagaimana nasib perusahaan, kok bisa perusahaan sebesar itu pailit, dll. Saya berusaha menenangkan nasabah saya di saat saya pun seharusnya juga panik, kecewa, down, tetapi sekali lagi hanya karena Kasih dan Kemurahan Tuhan saya bisa bertahan.

Mulai mengenal dunia keuangan selain asuransi

Saya tetap bertahan di industri ini, dan selama tahun 2009 - 2010 cukup susah mendapatkan premi asuransi karena banyak nasabah yang masih ragu dengan perusahaan, tetapi karena pertolongan Tuhan masih banyak nasabah yang percaya dengan saya karena saya tidak meninggalkan mereka disaat perusahaan dinyatakan bangkrut, bahkan mereka masih bisa menghubungi saya 24 jam karena itu di tahun 2009 itupun saya masih bisa mendapatkan premi besar. tetapi masalah tidak hanya berhenti sampai disitu, karena sampai tahun 2010 perusahaan mengalami masa-masa sulit dan mencoba bangkit dan memulihkan nama baiknya, leader saya yang juga adalah guru saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Bak petir di siang bolong, saya kaget, kecewa, down, tetapi sekali lagi karena Tuhanlah saya bisa bertahan. Saya merelakan leader saya tetapi kami masih berhubungan baik karena bagaimanapun beliaulah guru saya di industri asuransi ini. Banyak teman-teman saya dari perusahaan lain selalu mengajak saya untuk berpindah ke perusahaan mereka, mereka menawarkan berbagai macam keunggulan bahkan saya diberi sejumlah dana besar kalau saya berpindah ke perusahaan mereka. Tetapi saya tetap bertahan dan tidak mau ke lain hati. Di tahun yang sama 2010 leader saya kembali menawarkan kepada saya untuk mencoba produk semacam deposito tetapi dikeluarkan juga oleh perusahaan asuransi. Awalnya saya tidak mau karena saya merasa produknya lain dengan yang selama ini saya jual, kalau leader saya sih enak karena beliau dulu sebelum di asuransi, beliau di perbankan jadi lebih mudah bagi beliau untuk menjalankan produk tersebut. Sampai suatu kali setelah berkali-kali leader saya mencoba meyakinkan saya mengenai produk tersebut dan perusahaannya, maka saya mulai mencoba menjalankannya (tetapi saya tetap di perusahaan sebelumnya, karena beda produklah saya mau mencoba). Saya mulai menginformasikan ke nasabah-nasabah terdekat saya, dan hasilnya luar biasa sekali, nasabah yang ikut premi asuransi 100 juta/tahun bahkan maksimal 1 milyar/tahun, mereka justru menyambut baik dan mencoba ikut program semacam deposito ini dan saya bisa mendapatkan premi sampai puluhan bahkan ratuan milyar kalau ditotal-total. Dari sinilah saya mulai membuka diri, bukan saya tidak setia kepada perusahaan, tetapi saya berpikir kalau saya bergantung di 1 perusahaan, nasib saya bergantung juga kepada perusahaan tersebut. Dan lagi dengan saya membuka diri kepada produk lain, nasabah pun mempunyai banyak pilihan sehingga objektif nasabah memilih. Dari tahun 2010 ini sampai sekarang saya juga membantu nasabah selain asuransi, juga deposito, bahkan produk-produk dari perusahaan sekuritas, dan banyak lagi.

Agency, MDRT, CFP & QWP

Atas pertolongan Tuhan, di tahun 2011 saya bisa mempunyai agency sendiri dan di tahun ini juga saya mencapai peringkat asuransi di dunia yaitu MDRT (Million Dollar Round Table) dan saya mengikuti Seminar MDRT Experience pertama saya yang diadakan di Singapore dan dihadiri oleh seluruh MDRT dari seluruh perusahaan asuransi di dunia. Dan atas pertolongan dan kemurahan Tuhan lagi, ditahun 2012 awal, saya berhasil mengambil gelar CFP (Certified Financial Planner) dan QWP (Qualified Wealth Planner) dimana saat itu saya diperbolehkan untuk mengambil gelar ini hanya dengan lulusan SMA (padahal salah satu syaratnya adalah lulus min S1), tetapi karena pengalaman saya saat itu sudah 5 tahun lebih di dunia keuangan khususnya asuransi, akhirnya saya diperbolehkan mengambil gelar ini.

Awal munculnya ide mauasuransi.com

Banyak Masyarakat di Indonesia yang tahu bahkan membeli asuransi tetapi juga ada yang tidak tahu sama sekali bahkan tidak punya asuransi. Yang punya asuransi selalu mempunyai kendala seperti kurang mengerti asuransi yang sudah mereka beli, akhirnya mereka kecewa dengan produk yang mereka beli juga kecewa dengan agen bahkan perusahaan, mereka juga merasa klaim asuransi susah dan berbelit-belit, dan masih banyak lagi. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi yang jujur dan terbuka untuk semua masyarakat Indonesia. Karena itu saya mulai berpikir bagaimana caranya menginformasikan informasi yang jujur dan terbuka mengenai asuransi ini kepada masyarakat.

Kisah nyata saya : papa saya meninggal tanpa punya asuransi !!!

Bulan Oktober, Jumat tanggal 16 Oktober 2015, saya beserta teman-teman gereja mau melayani di panti asuhan di daerah Sendang Biru, Malang. Kami melayani mulai dari pagi sampai siang sambil membagi-bagi bahan makanan, baju, peralatan mandi, kebersihan, dll. Setelah dari situ, sorenya kami meluncur ke Goa Cina untuk beristirahat sebentar sambil menikmati pemandangan alam Indonesia yang sangat indah sekali pantainya. Dan malamnya pun kami kembali ke Malang kota untuk beristirahat. Keesokan harinya, setelah makan pagi, kami bersiap-siap untuk pulang ke Surabaya, dan tiba-tiba saya ditelpon oleh tante saya yang menanyakan saya dimana dan kakak-kakak saya dimana. Kebetulan kakak saya yang no 2 lagi bersama-sama dengan saya di Malang, sedangkan kakak saya no 1 di Jakarta, dan no 3 masih di kantor bekerja. Saya merasa ada sesuatu yang aneh dengan tante saya, singkat cerita kakak saya no 3 telpon ke kakak saya no 2 dan mengatakan bahwa papa saya pingsan dan mau dibawa ke Rumah Sakit. Saya kaget sekali dan saya serta kakak saya no 2 segera pulang ke Surabaya dan karena hari itu Sabtu, maka perjalanan ke Surabaya semuanya macet total. Singkat cerita begitu saya sampai di RS, mama saya cerita kejadiannya dan papa saya tadi sempat hampir jatuh tiba-tiba waktu di rumah dan dipegangi oleh mama saya tetapi sudah mulai setengah sadar. Waktu itu di rumah cuma ada pembantu dan mama papa saya gak ada kendaraan, sampai saudara sepupu saya bantu dan kakak saya yang no 3 ijin pulang dan segera ke rumah papa mama saya. Di mobil perjalanan ke RS papa saya sempat muntah darah beberapa kali dan sesampainya di RS langsung masuk ke ICU dalam kondisi tidak sadarkan diri. Singkat cerita ketahuan papa saya kena pedarahan di otak, pihak RS dan dokter segera memaksa untuk dilakukan tindakan. Dan disini yang mau saya sharekan betapa sedih dan kecewanya saya dan rasanya mau marah :

Pihak RS melakukan citiscan dan waktu minta tanda tangan mereka bilang ini kena tambahan biaya (charge) 30% dari harga aslinya karena hari itu masuk hari Sabtu.
Pihak RS dan dokter mendesak menyuruh mama saya tanda tangan untuk supaya papa saya segera dioperasi. Padahal waktu itu mama saya sempat bertanya "kira-kira berapa persen peluangnya?" dokter menjawab "ya kira-kira gak sampai 5% lah", dan operasinya dilakukan minggu karena waktu itu sudah malam, pihak RS mengatakan untuk operasi kena tambahan biaya (charge) 60% karena hari Minggu dokter libur, dan dokter mengatakan "habis operasi harus pasang semacam koil dan kena biaya 200 juta, nanti kalau kurang ya 200juta lagi". dan dokter mengatakan lagi "ya kalau sudah begini memang butuh effort lebih".

Singkat cerita operasi tidak kami lakukan karena waktu itu mama saya juga bingung sambil menunggu kakak tertua saya pulang ke Surabaya. Dan yang saya sayangkan begitu kami sekeluarga waktu itu masih menunggu kakak saya, pihak RS hampir beberapa jam sekali mendesak mama saya untuk tanda tangan segera untuk dilakukan operasi padahal dokter itu awal sudah bilang percuma karena peluangnya juga kecil sekali. Setelah melihat kami masih belum ada keputusan, langsung semuanya berubah terutama setelah kami utarakan ke dokternya bahwa kami bukan dari keluarga kaya yang artinya kami ada cuma gak terlalu banyak dan kami mau memindahkan papa saya ke RS lain. Langsung dari sana pihak RS langsung berubah dan dokternya juga langsung meninggalkan kami dengan muka kecewa. Dan akhirnya papa saya meninggal hari Senin 19 Oktober 2015.

Saya bukan mau kecewa atau menjelekkan RS atau pihak dokter karena saya yakin hidup di Tangan Tuhan bukan pihak RS maupun dokter, cuma yang saya sangat sayangkan adalah :

Papa saya meninggal tanpa punya asuransi !!! 
Papa dan mama saya tidak pernah punya asuransi karena waktu itu kondisi ekonomi keluarga kami cukup sulit sehingga papa mama saya tidak ikut asuransi dahulu karena minimnya dana.
Waktu dulu juga kami anak-anak mau ikutkan papa mama kami asuransi cuma saat itu saya dan kakak-kakak saya masih belum ada dana untuk mengikutkan papa mama kami asuransi. Terus begitu kami sudah ada dana, mau ikutkan papa mama kami, ternyata usia mereka sudah tidak bisa dicover asuransi karena melewati batas masuk asuransi.
Akhirnya waktu asuransi pemerintah di keluarkan papa mama saya segera kami ikutkan tetapi yag betul-betul saya sayangkan waktu papa saya sakit mau pindah RS, begitu pihak RS lain menanyakan apa kami pakai asuransi pemerintah itu/tidak? begitu kami bilang iya pake asuransi pemerintah, langsung mereka bilang kamar penuh, padahal sempat kakak saya ke RS tersebtu dan masih ada kamar.

Dari kisah saya inilah, saya tahu bagaimana pahitnya kalau tidak ada asuransi? Sudah papa saya meninggal, semua biaya ratusan juta harus tetap kami sekeluarga menanggungnya. Padahal kalau ada asuransi, pastinya beban keluarga kami jauh lebih ringan.

"Uang Kecil beli Uang Besar, Itulah Asuransi. Jika kamu tidak memaksa diri membayar uang kecil, maka kamu akan dipaksa membayar uang besar nantinya !"

Harus punya asuransi

Dari kisah nyata mengenai papa sayalah yang membuat saya mempunyai cita-cita untuk menghimbau masyarakat Indonesia untuk memiliki asuransi. Tetapi bagaimana melakukannya sedangkan di negri ini banyak masyarakatnya yang negatif terhadap asuransi? maka dari itu situs mauasuransi.com ini akan membantu memberikan informasi yang jujur, nyata, terbuka, dapat dipercaya, dan berguna kepada masyarakat Indonesia mengenai dunia asuransi dan keuangan, supaya masyarakat Indonesia tidak lagi negatif mengenai asuransi dan mulai peduli asuransi dan pastinya punya asuransi !

"ORANG BIJAK, MAU ASURANSI !" (By : Mauasuransi.com)

Netral dan tidak memihak

Di mauasuransi.com ini saya berkolaborasi dengan teman saya David, dimana David ini juga secara profil hampir mirip dengan saya dan satu visi dan misi dengan saya. Dimana kami di mauasuransi.com ini akan membagikan banyak informasi yang jujur, nyata, terbuka, dapat dipercaya, dan berguna kepada masyarakat Indonesia mengenai dunia asuransi dan keuangan. Dan satu hal yang pasti bahwa yang dibagikan di mauasuransi.com ini TIDAK MEMIHAK DAN TIDAK MENJELEKKAN pihak manapun (perusahaan asuransi, agen asuransi, nasabah, atau lainnya) yang artinya kami NETRAL, informasi yang kami berikan banyak yang berdasarkan kisah nyata dan pengalaman kami selama ini di industri asuransi dan keuangan yang akan terus kami update kedepannya.

Visi & misi

Yang pasti Visi kedepan mauasuransi.com adalah menjadi situs asuransi di Indonesia yang paling jujur, nyata, terbuka, dapat dipercaya, dan berguna dalam memberikan informasi seputar dunia asuransi.

Sedangkan Misi mauasuransi.com :

  1. Membantu masyarakat Indonesia dalam hal pengetahuan mengenai seputar dunia asuransi (Dari orang yang tidak tahu sama sekali mengenai asuransi menjadi mengenal dan tahu mengenai asuransi bahkan ikut asuransi).
  2. Memberikan informasi yang jujur, nyata, terbuka, dapat dipercaya, dan berguna kepada masyarakat Indonesia mengenai dunia asuransi dan keuangan (Supaya masyarakat Indonesia tidak negatif mengenai asuransi dan menghimbau masyarakat Indonesia untuk mulai peduli asuransi dan pastinya punya asuransi)
  3. Memberikan layanan kepada masyarakat Indonesia seputar dunia asuransi.

Permintaan maaf

Juga waktu saya sebagai agen, pastinya ada kesalahan-kesalahan yang saya buat kepada para agen saya maupun nasabah saya yang tentunya saya tidak sengaja (tidak ada sama sekali unsur kesengajaan). Karena itu melalui situs ini, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada para agen, dan juga nasabah saya yang dulu, semoga kedepan saya bisa lebih baik lagi. Dan sebagai gantinya saya akan membantu banyak orang termasuk itu nasabah ataupun agen melalui situs mauasuransi.com

Usaha lain

Tahun 2013-2015 saya juga sempat di dunia dagang dengan menjadi supplier ayam, bebek, telor untuk supermarket, hotel, katering dan restoran. Juga di tahun 2013 sampai sekarang saya juga terjun ke dunia jual beli properti khususnya tanah. Dan saat ini yang saya kerjakan adalah menjadi blogger paruh waktu yang masih tetap terjun di dunia asuransi juga, karena saya perlu tahu dan update terus mengenai dunia asuransi, supaya yang saya sampaikan bukan sekadar omong kosong belaka, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi yang ada kedepan, dan dengan begitu bisa membantu banyak orang.

Akhir kata

Kegiatan sehari-hari yang saya lakukan sekarang adalah tetap berkecimpung di dunia asuransi dan keuangan (tetap membantu dan melayani nasabah yang sudah ada dan kalau ada nasabah yang mau ikut asuransi / deposito / produk keuangan lainnya saya tetap bantu juga), tetapi saya juga memberikan sebagian besar waktu saya untuk terus mengembangkan situs mauasuransi.com ini supaya situs ini lebih baik lagi dan bisa membantu masyarakat Indonesia kedepan lewat artikel-artikelnya, fitur-fiturnya, layanan-layanannya yang akan terus ditingkatkan. Dan setiap malam, saya trading di option untuk menambah pengetahuan di dunia option dan tentunya menambah penghasilan saya hehehe.

Itu sekilas tentang saya, kegiatan saya dan yang saya kerjakan sampai hari ini, Dan semoga lewat situs mauasuransi.com ini masyarakat Indonesia lebih terbuka, sadar asuransi, dan tentunya mau berasuransi. Terima kasih.