Saat dokter mengatakan biaya pengobatannya lebih dari 1 M. APA JAWABAN ANDA ??

Kemajuan tekhnologi pengobatan sangat luar biasa, baik dari peralatan medis, obat-obatan, juga dokter-dokter yang memiliki ketrampilan medis tinggi. Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat, karena proses pengobatan dan penyembuhan bisa berlangsung dengan baik.

Barusan beberapa keluarga saya mengalami masalah kesehatan, dan memang pengobatan modern sekarang banyak sekali mengalami kemajuan. Mulai dari tante saya operasi lutut dan katarak, kemudian mertua saya mengalami infeksi usus dan operasi lutut. Terimakasih kepada Tuhan semua berjalan baik-baik dan kemajuan fisik yang pesat juga. Dari bagian-bagian tubuh yang diganti ternyata harganya bisa mencapai ratusan juta, contoh engsel lutut pun ternyata ada kelas kualitas, tergantung kita mau yang harga berapa. Dari peristiwa operasi, pengobatan, rawat inap di rumah sakit, ternyata bisa memerlukan dana hingga ratusan juta rupiah.

"Waow ternyata kita tidak mengalami sakit penyakit, namun karena keluhan kesehatan faktor usia dikarenakan bagian tubuh yang sudah kurang baik memerlukan dana hingga ratusan juta rupiah."

Saat menemani mertua saya menjalani pengobatan di rumah sakit, saya sempat bertanya ke bagian customer service, apakah ada perkiraan biaya operasi dan pengobatan untuk lutut sekitar berapa? ternyata mengejutkan, biaya keseluruhan berkisar diangka 100 hingga 200 juta, tergantung kelas kamar yang dipakai. Saat itu saya berpikir kalau kita saat muda kerja keras “banting tulang” dan tidak menjaga kesehatan tubuh kita, maka selain kita harus mempersiapkan dana untuk pensiun, kita juga harus mempersiapkan dana untuk pengobatan di hari tua. Bagi para eksekutif muda, ini perlu menjadi perhatian khusus agar kita disiplin dalam mempersiapkan dana hari tua dan pengobatan di hari tua, jangan semua penghasilan dibelanjakan untuk barang-barang konsumtif demi mengejar gengsi dan gaya hidup modern. Bisa dilihat di artikel muda produktif, tenang di hari tua

Beberapa waktu lalu, teman kerja David saat melakukan medical check up, secara mengejutkan terdiagnosa kanker. Padahal saya tahu benar teman saya orangnya rajin olah raga, jaga makan, istirahat baik, pekerjaan mapan, beliau juga sempat kaget sekali dengan pernyataan dokter. Akhirnya teman saya melakukan second opinion dengan ke rumah sakit di Singapura, dan kabar buruknya benar teman saya terdiagnosa kanker. Spontan teman saya kondisi fisik dan psikis nya langsung turun, teman saya mulai berpikir bagaimana jika memang harus meninggalkan suami dan anak-anaknya, bagaimana masa depan anak-anaknya, bagaimana rumah tangga yang ditinggalkan. Selang beberapa waktu teman saya bertekat kalau memang itu jalan hidupnya semuanya diserahkan kepada Tuhan, dengan pasrah dan terus berdoa kehidupan teman saya menjadi lebih baik. Akhirnya teman saya memutuskan untuk menjalani perawatan kanker di Singapura di rumah sakit Mount Elizabeth.

Sangat beruntung teman saya memiliki proteksi asuransi dengan limit hingga puluhan Miliar, karena saat mengetahui kurang lebih biaya pengobatan yang diatas 1 miliar, teman saya merasa tenang tidak perlu mengkhawatirkan untuk biaya pengobatan dan perawatan yang akan dijalani selama di Singapura. Selama menjalani perawatan di Singapura, teman saya bertemu dengan para cancer survivor dari Indonesia, hal yang sangat menyedihkan adalah mereka ada yang tidak memiliki asuransi kesehatan sama sekali, atau memiliki asuransi kesehatan namun dengan limit yang terbatas. Artinya dengan limit kesehatan yang terbatas, mereka tidak bisa menjalani pengobatan dan perawatan yang terbaik dari rumah sakit dan dokternya. Dalam hal ini saya sangat berterimakasih kepada asuransi Generali Indonesia, yang telah membayar semua klaim rumah sakit saya tanpa ada kendala apapun, juga kepada rumah sakit Mount Elizabeth dan para dokter yang telah mengobati dan merawat saya hingga pulih, dan saya bisa berkstifitas seperti normal hingga sekarang.,

saya beruntung karena memiliki fasilitas asuransi kesehatan hingga puluhan miliar, saat dokter mengajukan perawatan dan pengobatan yang memerlukan dana besar, teman saya langsung bilang “ iya dok silahkan dijalankan saja “

Total claim SGD 152,565,37

Dari pengalaman langsung teman saya, mari kita secara bijak mempertimbangkan sudahkan kita memiliki asuransi kesehatan yang cukup, atau sesuai dengan standar kesehatan kita. Ada yang merasa dengan pengobatan di Indonesia, Malaysia, Singapura sudah cukup. Namun ada juga yang harus mendapatkan pengobatan di Jepang, Australia, Eropa, atau bahkan Amerika. Sahabat bijak semua harus disesuaikan juga dengan kemampuan dan manfaat yang mau didapatkan.

Nantikan di artikel berikutnya, saya dibantu dari beberapa teman dari berbagai perusahaan asuransi yang sudah membuktikan pembayaran klaim ratusan juta hingga miliar rupiah.

orang bijak mauasuransi.