Gue sudah punya banyak asuransi, gak perlu lagi lah, .... beneran???

IMG_5999.PNG

Gue sudah punya banyak asuransi, gak perlu lagi lah

Sering sekali kalimat itu terdengar saat seorang agen asuransi menawarkan produk asuransi mereka kepada calon klien.

Baru-baru ini saat teman saya seorang agen asuransi menawarkan produk asuransinya kepada calon nasabahnya, kalimat diatas terdengar lagi dan jelas sekali.

“Aduh saya sudah punya banyak asuransi, dari perusahaan ini itu dan ada yang juga saya ikut dari bank duhh terlalu banyak, saya sih sadar asuransi penting, cuma untuk sekarang saya gak mau lagi deh, cukup dulu, dah kebanyakan”

Luar biasanya teman saya sang agen membalas pernyataan calon nasabahnya “its ok kok pak, justru keren banget bapak bisa ikut asuransi dari banyak perusahaan pak, tidak banyak loh orang jaman Now yang mikir kayak bapak, salut loh aku sama bapak”.

“Cuma kalo boleh tahu pak, bapak ikutnya yang produk asuransi yang seperti apa ya?”

Nasabah menjawab “ya pokoknya ada perlindungan kalau kecelakaan, trus kalau sakit dikasi cover kesehatan sehari dikasi 1jt, ama yg dari kartu kredit itu yg kalau kita ada apa2 utang kita di kartu kredit lunas itu lo. Saya sih ikutnya yg kecil-kecil aja pokoknya ada ajalah, lagian kadang ditawari ama kartu kredit duh capek ditelponin mulu, jadi ya kuambil aja.

“Oooo begetooo ternyata .... boleh lihat polis2nya pak? Nanti saya bantuin cek mana-mana fasilitas yg bapak punya, biar cocok pak bayarnya ama fasilitasnya. Soalnya saya sendiri nemuin dilapangan pak, banyak nasabah yang gak mengerti produk yg mereka beli bahkan parahnya  fasilitas yang mereka dapatkan itu gak sesuai dengan premi yang mereka bayarkan. Contoh ada nasabah saya luar pulau, orangnya sangat keren pak, polis asuransinya kalau ditumpuk setinggi pinggang saya, dan beliau ini punya polis asuransi dari hampir semua perusahaan dan ngerinya beliau bayar premi itu setahun kurang lebih 3 Milyar rupiahhhh. Tapi, .... ada tapinya, dgn bayar premi setahun 3 milyar itu fasilitas yang beliau dpt UP meninggal total cuma 2 milyar dan suaminya cuma 7 milyar, trus beliau ada asuransi kesehatan tapi yang gak on bill dengan kamar 750,000 dan suaminya ada polis asuransi kesehatan dengan limit 20M setahun dan on bill tapi polisnya sudah lapse alias gak aktif. Dan sedihnya beliaunya pun tidak tahu kalau manfaatnya cuma segitu. Dan sedihnya lagi waktu saya nanya agennya kemana semua? Eeeeee jawabnya sudah pindah semua dan banyak yang sudah gak jadi agen, duhhh sedihnya makanya ini jadi pelajaran buat kita semua untuk memilih agen yang benar.

Dan setelah teman saya sang agen bercerita begitu, sang calon kliennya pun mulai terlihat resah dan mulai bertanya “lha kalau punyaku ini cukup kan? Maksudnya “worthed” kan saya beli ?”

Sang agen menjawab “ya kalau dilihat dari polisnya bapak sih, jujur pak dengan usia bapak dan kondisi pekerjaan, keluarga menurut saya sih kurang banget pak”.

Si calon klien menimpali “loh beneran kurang? Kan sudah punya beberapa saya?”

Sang agen menjawab lagi “yang bapak punya itu cuma asuransi kecelakaan, jadi kalau sampai terjadi kecelakaan ya keluar sejumlah uang pertanggungan kepada ahli waris, kalau ini biarian aja sudah cukup ok. Terus yang santunan RS itu cuma di kasi santunan uang tunai kalau kita ngamar di RS per hari 1jt, ini sih ok lah juga, trus yg kartu kredit itu cuma mengcover kalau misal bapak pake kartu kredit trus terjadi resiko dengan bapak, maka hutang kartu kreditnya dilunaskan dan gak dibebankan ke istri dan anak bapak".

Sang agen menjelaskan, "So far cukup ok pak, tetapi mengingat usia bapak yang sudah hampir 50 tahun ini, bapak harusnya punya asuransi kesehatan paling tidak untuk mengcover biaya kesehatan bapak kalau-kalau terjadi resiko sakit kepada bapak. Dan itu berupa kartu sakti kalau saya menyebutnya. Kenapa sakti? Karena kalau sampai terjadi resiko sakit sama bapak dan bapak harus menginap di RS, maka seluruh biaya RS ditanggung ama pihak asuransi, alias sesuai tagihan bapak berapasaja, itu yg dibayar sama pihak asuransi alias gratissss tetapi itu kalau bapak punya kartu sakti yang onbill".

IMG_6007.PNG

Si calon klien menimpali lagi “beneran itu ada? Kalau kayak gitu mau ikut aku. Soalnya kemarin ada temanku sakit dmeam berdarah aja kenanya 48jt padahal digigit nyamuk, ada lagi yang kena kanker habis 2 Milyar, dih ngeri kalau lihat biayanya. Ok deh aku ikut ya tolong segera diproseskan ya”.

Sang agen menjawab “siap laksanakan segera pak”

Singkat cerita si calon klien akhirnya menjadi klien resmi dari sang agen asuransi teman saya.

Apa yang bisa dipelajari dari kisah ini?

Dari sang agen, kita bisa belajar tentang pantang menyerah, mau mendengarkan keluhan klien, dan sabar.

Dari si calon klien, kita bisa belajar bahwa diluar sana banyak sekali orang yang masih apriori bahkan negatif mengenai asuransi dan salah satunya karena mereka tidak mengerti manfaat asuransi dari asuransi yang mereka beli, tetapi merasa mengerti dan merasa sudah punya, padahal yang mereka punyai itu sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan mereka alias mereka beli kucing dalam karung. Dan gak enaknya, nanti waktu terjadi resiko selalu bilangnya "setahuku aku ikutnya dicover ini itu,dll .....". Akhirnya begitu tidak dicover, atau klaim gak terbayar, eeeeee bilangnya asuransi itu memang brengsek, manis didepan sekarang pahit, dll intinya negatif dan negatifnya lagi, biasanya orang seperti ini gak mau ngerasain sendirian alias mereka cerita-cerita dan koar-koar (bahasa gaulnya) diluaran bahwa asuransi itu jelek dll. Padahal mereka yang negatif ini lupa satu hal, bahwa tidak semua orang yang mengalami kejadian seperti mereka, bahkan banyak orang di luar sana yang merasakan indahnya memliki asuransi dalam kehidupan mereka.

Beberapa orang mungkin mengalami “gak enaknya” ikut asuransi, Tetapi Banyak orang yang mengalami “indahnya” punya asuransi dalam kehidupan mereka.
— #Mauasuransi #indahnyapunyaasuransi

 

So, ..... kita mau percaya dengan pengalaman "beberapa" orang yang mengalami gak enaknya ikut asuransi, atau kita mau percaya dengan pengalaman "banyak" orang yang mengalami indahnya punya asuransi ??? (Jawab dalam diri masing-masing yah), Yuk mari sadar diri dan segera miliki asuransi sesuai kebutuhan anda.

 

Salam proteksi,

Orang Bijak, Mau Asuransi !