True Story : Jangan sampai Terlambat !

IMG_3087.PNG

 @Surabaya, 7 Desember 2017

Sekitar bulan juli 2017 yang lalu, saya bertemu dengan pelanggan saya dimana saya menyuplai barang dagangan saya di toko langganan saya itu. Sebut saja langganan saya itu si Jack. Saat itu, setelah saya selesai memasok barang dagangan saya di toko Jack, saya menemui beliau untuk mengurus tagihan jatuh tempo barang saya. Sambil membayar tagihan, si Jack mengajak saya ngobrol dan singkat cerita sampailah ke urusan asuransi. Ternyata Jack sudah ikut asuransi di salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia yaitu Generali, dan dia sangat senang sekali dengan asuransi karena menurutnya asuransi itu sangat berguna sekali dan dia juga pernah klaim asuransi waktu beliau masuk RS dan klaimnya pun lancar. Bahkan istrinya pun sudah ikut asuransi di Generali, saudaranya juga sudah ikut asuransi di Prudential bahkan orang tuanya pun juga sudah ikut asuransi di Prudential juga. Mama mertuanya pun sudah ikut asuransi di Generali, cuma yang jadi masalah adalah papa mertuanya yang belum punya asuransi karena papa mertuanya juga belum mau ikut asuransi, karena beliau masih menganggap ikut asuransi itu buang-buang duit.

Awalnya kupikir “TIDAK PERLU”, ..... Tetapi saat kupikir “MEMANG PERLU”, Semuanya sudah terlambat .....
— #Sadarasuransi #mariberasuransi #mauasuransi

Kami terus ngobrol dan sampailah kami ke percakapan yang lebih mendalam. Ini sekilas conversation kami :

Eric : "bro, emang istrimu ada berapa saudara?"

Jack : "ada 2 sih dan ama istriku ya 3 bersaudara".

Eric : "ok, apa gak lebih baik kah, 3 bersaudara ini patungan untuk beliin papa mertuamu asuransi? Daripada kalau nanti terjadi resiko misal sakit, kan repot. Toh akhirnya kalian harus patungan lagi bayarin papa mertua. Iya kalau papa mertuamu dananya ada dan siap? Dan kalaupun siap loh lama-kelamaan kan juga bisa habis juga dan akhirnya kalian 3 bersaudara yg harus patungan lagi? Lha masa papa mertua sakit kalian gak bantu biayanya? Cuma aku sih yakin semua anak papa mertuamu pasti bantulah, cuma masalahnya iya kalau anak-anaknya semua ada dana lagi nganggur? Lha kalau masih dipake buat usaha? Ato masih nyantol di barang, lha gimana nariknya? Kan cash flow usaha kalian bisa terganggu?"

Jack : "ya itu lah bro Eric, susah saya. Saya sudah pernah bilang ke istri dan istri sudah bilang ke saudara-saudaranya. Tetapi keputusannya mereka belum mau ikutin papa mertuaku karena usia papa mertuaku kan sudah tua pastinya preminya mahal dan mereka belum sanggup kalau harus menambah biaya lagi untuk ngikutin papa mertuaku asuransi".

Eric : "ya susah juga sih bro. Kalau aku boleh saran, ya coba dibicarakan lagi gimana baiknya karena usia papa mertuamu juga semakin tua kan rawan terjadi resiko bro, karena kita gak pernah tahu kedepan gimana. Dan kalau gak cepet ikut nanti malah usia bertambah preminya juga akan makin mahal, dan itupun kalau masih bisa ikut asuransi llho. Ya berharap yang terbaik aja bro, semoga papa mertua sehat aja selalu, karena kalau gak ya mesti siap-siap patungan aja buat bayarin biaya berobat".

IMG_3091.PNG

Singkat cerita, baru sekitar 2-3 hari yang lalu di bulan Desember ini, saya dikejutkan oleh whatsup dari si Jack bahwa papa mertuanya kena kanker dan beliau menanyakan perihal ikut asuransi, dan saudara-saudara istrinya pun mau mengikutkan papa mertua si Jack ini asuransi kesehatan. Cuma ya satu jawaban saya, "maaf banget bro Jack, kalau sudah kondisi begitu, sudah gak bisa ikut asuransi lagi karena pihak asuransi pastinya menolak. Dan seperti yang kapan hari aku bilang ya mesti siap-siap patungan aja saudara-saudara istrimu itu. Sekali lagi sory banget ya bro, bukannya gak mau bantu tetapi sudah gak bisa". 

Come on guys : Think Fast, Act Fast, and make decision as fast as you can, Don’t be late !!!
— Mauasuransi

 

 

Kasian ??? Sedih ??? Iya bener banget. Harusnya kejadian seperti ini bisa dihindari, tetapi yah bagaimana lagi, nasi sudah jadi bubur, waktu yang sudah lewat tidak bisa diputar balik lagi. Semoga dengan kejadian ini kita semua bisa belajar dan mengambil hikmahnya.

 

Salam Proteksi,

Orang Bijak, Mau Asuransi !