True Story, PROTEKSI DULU ATAU KONSUMTIF DULU

Saya seorang agen pemasar asuransi, saya ingin berbagi sebuah kisah yang saya alami dengan teman saya si Jane. Semoga kisah ini bermanfaat buat para pembaca sekalian.

IMG_4011.PNG

Saat saya dibanjarmasin, saya pernah melakukan presentasi penjualan terhadap teman saya si Jane yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pada waktu dijelaskan, Jane sangat tertarik untuk segera membeli salah satu produk asuransi yang saya tawarkan dengan disertakan manfaat kesehatan (Hospital & Surgical) untuk Jane pribadi dan untuk sang ibu, bahkan Jane sudah mempersiapkan dana untuk ini.  Dana yg dipersiapkan jane adalah sebagian untuk membeli asuransi dan sebagian lagi untuk membeli mobil baru. Tetapi saat itu, jane lebih mengutamakan untuk membeli mobil terlebih dahulu, dan menunda membeli asuransinya karena menurut Jane dia masih sehat dan ibunya pun juga sehat-sehat saja.

Selang beberapa bulan kemudian, saya mendengar kabar bahwa ibu dari teman saya si Jane tersebut masuk Rumah Sakit dan didiagnosa terkena penyakit diabetes kronis. Sang ibu tersebut harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit selama 4 bulan. Namun karena tidak kunjung sembuh, dengan sangat terpaksa sang ibu harus menjalani rawat jalan dirumah karena keterbatasan dana. Setelah mengalami rawat jalan selama 3 bulan, maaf dengan berjalannya waktu akhirnya sang ibu meninggal dunia. 

Semenjak peristiwa itu teman saya si jane langsung menghubungi saya untuk mengambil polis asuransi plus kesehatan. Dan setelah berbincang-bincang beberapa saat, si Jane cerita kepada saya bahwa uang yg dianggarkannya untuk membeli mobil pun habis untuk biaya pengobatan ibunya. Dan begitu ada uang lebih si Jane langsung menghubungi saya dan membeli asuransi dahulu. Jane cukup menyesal karena menurut dia gara-gara tidak ada proteksi asuransi, justru uang yang dianggarkan untuk kebutuhan lain pun akhirnya ikut habis. Dan ini menjadi suatu pelajaran baginya, dan akhirnya semua keluarganya pun ikut asuransi.

Milikilah asuransi segera, sebelum semuanya terlambat .....
— #iminsuredhowaboutyou? #mauasuransi
IMG_2122.JPG

Semoga lewat kisah ini, para pembaca bisa menyikapi asuransi dengan lebih bijak. Asuransi perlu atau tidak? pastinya perlu lah minimal ada 1 sudah cukup ok daripada tidak ada sama sekali. Karena asuransi itu ibarat payung, hujan tidak hujan pun kita di mobil pasti selalu ada payung. Kalau lagi musim kemarau ya payungnya gak akan kita pakai tetapi kalau musim hujan, pasti akan sering kita pakai. Bahkan kadang payungnya sering kurang kalau lagi hujan deras, sehingga seringkali kita menaruh payung lebih dari satu di mobil kita masing-masing. Masalahnya kita hidup di Indonesia ini pasti ada cuaca hujan alias tiap tahun pasti ada hujan, jadi past butuh payung. Sama dengan asuransi, perlu gak asuransi ? jawabannya perlulah. Minimal punya berapa? ya minimal 1 lah sudah cukup ok, dan kalau bisa lebih ya lebih baik. Pasti beresiko gak hidup ini? ya jawabannya sih tergantung diri masing-masing bagaimana menyikapinya, karena ada orang yang gak bisa jaga kesehatan misal merokok, gak jaga makan, gak pernah olahraga, ya pastinya lebih ada resiko. Karena itu alangkah bijaksananya kita semua bisa punya minimal 1 asuransi khususnya kesehatan untuk berjaga-jaga. 

I'm Insured, How about you ?

Orang bijak, Mau Asuransi !